the devil is in the detail

Filed Under ('hop' in my head) by jingga on 25-06-2008

Tagged Under : , , ,

devilThe Devil is in the detail, u should’ve known that, Son”, pertama kali denger kalimat ini dari film serial tipi smallville, pas adegan dialognya Lionel Luthor sama Lex Luthor ( ceritanya td malem ada kesempatan nonton nih pilm, jarang2 lho ada kesempetan gini, coz biasanya tipi di rumah dipake mami nonton Super soulmate konser ^^, dan entah kenapa pd saat nonton nih pilm tiba2 jadi keinget sama diri sendiri dan alhasil siang ini posting :D - curhat nih ).

Masih bahas soal kalimat - yang kaya’nya udah umum itu , tapi aku dengernya barusan aja - keinget sama kegagalan demi kegagalan yang kutemui ketika menulis suatu cerita.

Kemaren sempet blogwalking dan nemuin beberapa cerita bersambung yang ditulis mas achoey dan mbak ratu , dan disitu jelas terlihat bagaimana suatu detail memegang peranan utama dalam membentuk tubuh cerita dan memberi roh di dalamnya.

Belum lagi kalo semisal cerita itu ditulis bukan kejadian nyata secara istilahnya fiksi gitu. Detail cerita yang harus dipenuhi idealnya harus logis, dan logika ini kalo semisal ini fiksi ya harus ada riset dulu. Riset lokasi misalnya, sedangkan lokasi sendiri punya begitu banyak detail utk disampaikan, diantaranya :

  • gimana mencapai lokasi tersebut –> riset transport
  • gimana cuaca lokasi itu
  • gimana suasananya lokasi itu
  • gimana kultur sekitar lokasi itu
  • dll

Thus detail2 inilah yang apabila tidak berhasil dieksplorasi dan melenceng dari realita, maka jalinan cerita terasa timpang, dan malahan bisa gagal diterjemahkan .

Kemaren ada curhatan dr temen nih, Devil itu muncul ketika orang udah berumah tangga. Cerita punya cerita nih, ada teman baik barusan menikah baru dapat 3 bulan. Nah, si temanku ini pernah curhat tentang hal remeh-temeh/ hal2 kecil yang udah jadi kebiasaan suaminya , yang kadang terasa annoying terutama kalo lagi capek.

Hal-hal kecil seperti naruh sepatu di tempatnya, naruh asbak di tempatnya, naruh koran di tempatnya, nggak buang puntung rokok di halaman depan yg baruuusan aja kelar di sapu, nggak setel tipi dgn volume keras2 dan tiba2 ditinggal ngloyor cangkrung di teras, de el el deh.
Yaa….bukannya aku ini phobia menikah, toh anyhow menikah itu untuk menyempurnakan ibadah, and I believe that merried are supposed to be seen in a bigger picture :) . Tapi balik lagi ke fokus pembicaraan, walaupun kecil dan detail, tapi itulah devil-nya hehehe……

( pic taken from markterrybooks)

Viewed 246 times by 81 viewers

Comments:

Post a comment