kupu-kupu merah jambu
Filed Under (my pink paper) by jingga on 23-05-2008
Tagged Under : cinta, kekasih, kupu-kupu, merah jambu, pijar, surat
“Pious are boring !!! kamu inget kata2 itu kan Ngga ?
women supposed to be are meant to be tender,
nurturing and mild like breeze.
not women with ’strange’ sense of humor like that,
sedangkan kamu ? kamu terlalu independent !!!
mostly laki2 tidak suka itu,
mereka suka perempuan yang seperti kupu-kupu,
perempuan yang enak dilihat, indah dirasa,
lembut didengar, perempuan yang tampak ‘rapuh’,
it makes man feel strong and powered.
kamu jadilah kupu-kupu merah jambu Ngga,
bukan kupu-kupu gajah !! ”
Bayangan adegan Hugh Grant dan Sandra Bullock di film Two Weeks Notice
sekonyong-konyong muncul di otakku.
“Pious are boring !!! ”
kata-kata pendek yang telak memukul Sandra Bullock di film itu.
Telak pula memukulku saat ini.
“Independent gimana ?
you realize that people do have their own frame Nin,
so do i, i have my own view points,
lagian aku kurang nurturing gimana Gi ?”
jawabku membela diri.
Regina, perempuan berumur seperempat abad
yang sudah seperti saudara bagiku itu berujar lagi,
“Sekarang coba kamu pikir dan rasain sendiri Ngga,
berapa orang laki-laki yang kamu kenal ?
berapa banyak dari mereka yang intens interaksi dengan kamu
atau yang kamu ajak berinteraksi ?
hanya beberapa dari beberapa itu kan Ngga ?
Mungkin Pijarmu itu juga gitu, sama seperti kamu,
cobalah untuk sedikit, sedikiiiittt saja Ngga kamu memberikan
something ke dia”
“Pijar mu, huhh…sejak kapan ada embel2 “mu” di nama itu ?
duh Gi..malu ahh….nggak guwe buwangett, lagian …..”
aku nggak meneruskan kata2ku.
“Siapa ? perempuan itu ? hmmm….
See, aku kan cuman ngasih saran Ngga,
terserah kamu mau gimana”
Regi melembutkan suaranya
—
“Pagi Ngga, eh besok bisa minta tolong nggak ?
weekend besok aku ada rencana mo ajak teman2 makan-makan ,
ntar kamu yang koordinir ya ? tempat sama waktunya?
plis ? gimana ?” tanyamu pagi itu.
Mana mungkin aku bisa menolak permintaan Pijar ?
tentu saja langsung aku iyakan.
Gathering for lunch,
aku memang tidak pernah bermimpi kamu akan duduk di sini,
di sebelahku,
tapi juga aku tidak pernah rela melihatmu duduk di sana,
di sebelah perempuan bersayap kuning itu
Damn !!!! kumaki mataku !!!
Sh***t !!! aku benci melihat tanganmu yang tiba2 -walau hanya sejurus-
membelai rambut perempuan berambut sutra itu.
Damn !!! kembali kumaki mataku.
Aku kembali ingin memaki…
bukan memaki kamu,
bukan memaki perempuan itu,
tapi memaki diriku sendiri yang begitu tolol !!!
haruskah aku menjadi kupu2 merah jambu
seperti kata Nin malam itu ?
malam ini aku menangis,
bukan dengan mataku,
bukan dengan hatiku,
bukan dengan jiwaku,
malam ini aku hanya ingin menangis,
karena aku tidak ingin tegar selamanya….
februari 2008
Note : kata2 “kupu2 merah jambu dan kupu2 gajah” ada di sebuah cerpen yang pernah kubaca ( pernah dimuat di mediaindonesia, maaf aku lupa nama pengarangnya, terimakasih atas inspirasi kata2nya). beberapa kata2 lain juga banyak terinspirasi dan banyak sumber
(pic : photobucket)
Viewed 370 times by 119 viewers







Salam
“gapai semua jemariku, rangkul aku dalam bahagiamu…”
Tak apa menagis saja, toh menangis juga bukan tanda kerapuhan.
**speechless**
*pulang kandang ngambil tissue*
You have the shoulder 2 cry on. Gak tau shouldere sopo hahaha
halah….stop berharap pada pijar
he’s not the only man in this world!
*ndenger ada yang ngeluh stupid*
**timpuk pake buku pinter**
Apalin ya jeng biar jadi pinterrrrr….
*kaburrrr sebelum ditabok*
bu aku suka line terakhirnya!
kadang memang tiap orang butuh menangis, dan semoga tidak tegar selamanya… kasihan malah kalau demikian…