Mengejar layang2 putus (2)

Filed Under ('hop' in my head) by jingga on 16-05-2008

Tagged Under : ,

<< sebelumnya
layang-layang
Tapi kalau ada anak yang berhasil menangkap layangan gimbul….duuuuh…rasanya senang luar biasa.
Bangga sekali mendapatkan sesuatu dari hasil kerja keras sendiri.
Dia akan berjalan dengan -bukan hanya menenteng layangannya- tapi mengangkatnya tinggi-tinggi dengan tangannya, layaknya kirap piala Liga Indonesia.

Atau bila masih ada tali yang utuh, dia akan menylempangkan tali layangannya ke dadanya.
Berjalan rasanya bangga dan congkak seperti pendekar yang membawa senjata pamungkas.

Tiba-tiba sisi puitisku nyrembul gitu aja :) .

Dulu aku pernah punya impian.

Impian itu ibarat layang-layang yang masih teronggok di kios penjual layang-layang itu.
Ketika aku membeli salah satu layang-layangnya, aku belajar menerbangkannya,
ketika dia terbang, aku harus susah payah menjaganya tetap di angkasa,
susah payah terus menaikkannya, semakin tinggi semakin berat jari-jari ini harus menyetir laju layangannya, seringkali ruas-ruas jariku harus berdarah-darah terkena sayatan benang gelasnya ( maklum, dulu kalo sudah karep, biarpun nggak ada kalep, kadang tetep ngotot mo maen juga hehehe……..)

Satu saat layang-layang itu putus, entah putus karena memang benangnya sudah tidak kuat lagi menahan terpaan angin, atau bisa juga putus karena dibabat layang-layang lain.

Emang sih, masa-masa bermain layang-layang itu sudah lewat lumayan lama, tapi aku masih ingat kalo layang-layang gimbul, nggak langsung jatuh ke tanah,
angin akan menyapunya, membiarkan layang-layang melayang di udara, menari-nari kemana angin membawanya.

Mungkin memang sudah takdir aku untuk kembali bertemu dengan gerombolan anak kecil pengejar layangan itu, bukan hanya untuk mengenang moment-momen kecil tapi menyenangkan aja, tapi mungkin untuk lebih mencari maknanya.

KIni aku ingin membangun kembali semangat itu.

Aku ingin kembali mengejar layang-layang putus itu, dengan antusias dan semangat.
Antusiasme dan semangat yang sama seperti dulu yang terpancar lewat mata-mata kecil yang penuh pijar cahaya mengejar-kejar layangan gimbul.

Dengan tekat dan optimisme yang sama dengan masa ketika dulu aku yakin bahwa layangan itu bisa aku rengkuh.

Mampukah aku ? semogaa………

Ada satu doa yang terbesit sore itu … “Ya Allah bangkitkanlah kembali semangatku ketika aku jatuh tersungkur”.

( pic by gettyimage)

Viewed 172 times by 72 viewers

Comments:

Post a comment